Thanks God I Found You

Monday, June 15th, 2015

Hari ini, 15 Juni 2015

Tepar dikantor, terpaksa setengah hari pulang, akibat vertigo yang menusuk serta desakan dari seseorang, sebut saja ia ‘Rumah’ – ku, ya seseorang itu yg aku sebut ‘rumah’.
Hari ini aku terpaksa masuk kerja, akibat deadline dan kerjaan yg menumpuk, walaupun semalamnya aku harus terjaga hingga dini hari akibat sakit yang menyesakkan ini.
Penyakit lama yg kemudian datang kembali, setelah 4 tahun lamanya.

Vertigo

yg berhasil membuat seorang Tita harus akhirnya menyerah dengan segala situasi, lemas dan tak berdaya.
Dengan berbekal, “ah udah aga baikan nih, gue ngantor aja”, ku paksakan saja menyetir Karawaci-Bintaro, dan semangat utk menyelesaikan pekerjaan.
Sesampainya dikantor semua tampak seperti biasa, hingga akhirnya saat makan siang…
Saat itu makan siang seperti biasa saya selalu makan siang bersama dengan ‘Rumah’-ku itu, ditengah makan, vertigo datang ia menghujam hingga sakitnya tak menentu.
Sensasi pusing 7 keliling, berputar”, seperti orang mabuk, lemas, hingga jalan pun aku hampir jatuh.
Aku benci harus terlihat lemah didepan ‘Rumah’-ku karena aku tidak pernah terbiasa menunjukkan titik terlemah ku didepan orang yg ku sayang.
**********
Sesampainya dikantor bukan lebih baik namun semakin menjadi”, hingga naik tangga aja aku pun perlu di papah.
Oh Tita, lemah sekali seorang dirimu.
Dikantor, semakin menjadi-jadi hingga seluruh isi perutku yg baru saja ku makan harus di keluarkan.
Dan itu kulakukan lagi” di depan ‘Rumah’-ku dan teman sekantorku

Si ‘Rumah’ sebal melihat tingkah laku ku yg kalau ia bilang, “dasar stone head”, “Pride full”, dll.
Masih tetap berpendirian keras untuk bertahan,
Hingga,
“Kamu pulang sekarang ya?”
“Aku gapapa, aku istirahat aja di kantor, lagian kan aku bawa mobil, aku ga akan bisa nyetir mobil dalam keadaan begini.”
“Mobil ditinggal aja ya”
“Jangan😦, takut ada apa-apa”
“Yauda kalo gitu aku anterin kamu pulang, pake mobil kamu”
“Lah terus kamu balik dari rumah akunya gimana? :(”
“Ada taksi kan? Ada go-jek juga, aku tinggal naik itu”
“Jangan :((, udah aku gapapa, ngerepotin kamu”
Dan gak lama dari itu, gue harus merasakan sensasi kehebatan monster vertigo, dan dengan sigapnya dia membereskan semua perlengkapan dan bawaan gue dari tas hingga laptop,

Rumah: “gue ga tahan liat kayak begini nih! Sini laptop aku beresin, biar bisa dibawa, jadi besok kamu gak ada alasan lagi untuk harus ‘Masuk Ke kantor’, sebel gue”

Gue yg melihat tingkahnya cuma bisa diam karena gue pun juga udah ga sanggup untuk ngapa-ngapain.
Dan akhirnya dia pun anterin gue pulang sampai rumah, dengan si kecil merah (re: sebutan untuk yaris gue), yang entah dimana dia dan gue pun ga tahu dia nanti dari rumah gue ke kantor naik apa.

Tapi disini lagi-lagi, ia sekali lagi ia selalu ada disaat aku butuhkan, ia selalu ada disampingku for protect me, for caring me in every single messy day.
Ga ngerti cuman bisa bilang makasih sama Semesta dan Tuhan, bahwa Tita sudah dipertemukan dengan seseorang yang begitu baik, dan begitu membanggakan,
Bahwa Tita akhirnya bisa berkata…
“he is my home”

Thank you for being you Alda Karunia Rizki” :’)
I love you for a thousand years :’))

20150615-191258-69178312.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: