Kisah Bumi dan Langit

Wednesday, April 29th, 2015

Bumi berusaha mengekalkan langit birunya. Tapi apa daya, langit bukanlah sosok yang bisa diikat begitu saja. Hubungan bumi dan langit selalu menarik. Kadang romantis, kadang menakutkan.

Kau tahu, aku adalah Bumi. Dan kamu langitnya. Dan kamu, sulit ditebak.

Berharap pagi yang cerah, ternyata mendung gelap. Berharap siang yang teduh ternyata panas terik. Tiba-tiba senjanya begitu cantik. Aku sulit memahamimu. Bagaimana tidak, kini langitmu bertabur bintang.

Perasaanmu seperti teka-teki. Bagaimana aku tahu bila kau tidak mengabarkannya terlebih dahulu. Belakangan ini kamu sering mendadak menangis, padahal paginya cerah ceria. Apa yang membuatmu sedih? Aku akan menyediakan lautanku untuk menampung kesedihanmu.

Aku bersedia menampung air matamu. Dan tidak masalah kau membuatku kering kerontang dengan panasmu. Aku akan tetap menjadi bumimu. Aku hanya ingin tahu beberapa hal. Apa yang kau sembunyikan dibalik sana, di langit malammu yang begitu banyak bintang. Aku tidak bisa menghitung banyaknya. Aku ingin mengekalkan malam cerahmu tapi tidak mungkin. Aku ingin mengekalkan langit birumu juga tidak bisa.

Mungkin hubungan kita akan tetap bgitu, pasang surut seperti air laut. Tentu membosankan jika kau terus menerus begitu. Terima kasih telah menjadi langitku, bagaimanapun sikapmu. Aku akan selalu berteduh dibawahmu. Terima kasih telah melindungiku, langit🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: