Ada Kalanya

Tuesday, March 10th, 2015

Ada kalanya, dalam sibuknya aktivitas kita. Kita merasa kosong lantas bertanya untuk apa semua ini kita lakukan. Ada kalanya, dalam sepinya hari yang kita jalani. Kita merasa lelah lantas bertanya kemana perginya orang-orang.

Ada kalanya kita ingin sendri. Ada kalanya kita ingin berteman. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati. Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. Kita hanya ingin demikian meski tanpa alasan.

Ada kalanya kita berpikir bagaimana rasanya menjadi seperti dia atau mereka. Ada kalanya kita pun ingin tahu tentang banyak rahasia. Sampai kita lelah.

Ada kalanya, kita sibuk dengan pikiran kita sendiri. Menertawakan kesendirian kita yang begitu mencekam. Betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.

Hidup itu adalah kala adanya kita dunia ini berubah, Tuhan tidak bercanda saat menciptakan kita sementara kita menjalani hidup dengan bercanda. Besok mungkin kala kita tiada, kita berharap ada kesempatan untuk mengulang semua ini.

Ada kalanya kita takut mati, ada kalanya kita seolah-olah ingin mati saja. Sudah ku katakan, betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.

@kurniawangunadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: