Sunday, November 30th, 2014

Ia menghubungimu, hanya karena nanti malam ranjangnya kosong.

Dan entahlah,. kau terlihat berbunga-bunga.

Kau punya perasaan terhadapnya, namun tak ada kesiapan memilikinya.

Mungkin begitu sebenarnya.

Jika ia memperlakukanmu dengan buruk, dan kau tetap tak bisa lepas darinya.

Mungkin kau hanya mencanduinya bukan mencintainya.

Iya, keseluruhanmu telah disentuhnya.

Seakan takut kehilangannya adalah cinta.

Padahal, kau hanya sedang terperangkap.

Pada sesuatu yang terlanjur.. terlanjur basah, terlanjur luka.

Apa kau sedang berada di dalam keadaan menuju mati perlahan-lahan?

Diperbudak oleh sepi, tunduk pada kebaikan yang mengecoh?

Sampai yang tepat menjadi tak nampak.

Kau jauh mencari-cari tak pernah kau gali di dalam diri.

Maaf, terkadang kata-kata itu menyakiti.

Seperti tamparan.

Ada tamparan untuk melukai, ada juga tamparan untuk menyadarkan.

Maka dengan ini, aku ingin merebutmu dari tangannya.

Bukan maksud aku untuk mencuri.

Aku hanya ingin menyelamatkan.

Menyelamatkan hatimu untuk tidak diremasnya terus.

Supaya tidak dilukainya lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: