Kepada Kamu Yang Selalu Sabar

Saturday, October 25th, 2014

Kepada Kamu Yang Selalu Sabar,

Hi kamu🙂, ya kamu.

Kamu yang selalu sabar, dalam menghadapiku entah sekacaunya apapun diriku. yang berusaha untuk menahan amarah, ketika aku sedang mengomel karena kamu terlambat jemput, kamu yang rela balik lagi ke kampus padahal udah jam 11 malam, hanya demi mencari ID Card Employeeku, yang sebenarnya terjatuh di sela-sela mobilku, yang ternyata disimpan oleh iwan. kamu yang selama > 2 tahun yang tidak pernah menuntut sedikit pun kepadaku. sedikitpun, sama sekali tidak pernah, hanya karena kamu ingin aku merasa nyaman sama kamu, kamu membebaskan ku hingga pada akhirnya aku merasa hambar dengan tentang “kita”. sekali lagi maafkan aku.

Maafkan aku juga, kalau aku akhirnya berjalan untuk “Memilih”.

seperti yang pernah kamu bilang sebelumnya, pada akhir tahun lalu, ketika aku menanyakan,

“Bagaimana usahamu untuk mempertahankan aku, apabila diperjalanan nanti, ada seseorang yang menawarkan lebih ‘Kebahagiaan’?”, dan jawabanmu ketika itu hanyalah, “Oh, bukankah hidup pada akhirnya seperti itu, memilih yang terbaik diantara yang baik, dan apabila nantinya kamu begitu, ya aku ikhlas dan pasrah bila memang itu terjadi sama kamu.”

(lagi-lagi tanpa usaha mempertahankan). ya kamu selalu begitu selalu pasrah, dan selalu tetap keukeh dengan pikiran bahwa ‘Sayang itu tidak harus memiliki’, bila hal terburuk itu terjadi dengan kita. dan memang pada akhirnya hal itu pun terjadi🙂, hingga akhirnya kamu merasa shock dan tidak sanggup ketika aku berjalan untuk “Memilih”.

Seperti yang kamu tanyakan ketika kamu tahu pada akhirnya, “Kamu mengapa memilih membuka hati?”, bahkan aku pun juga tidak tahu alasannya mengapa dan kapan aku mulai membuka hati, yang aku tahu, aku Sayang dia dan hanya Sayang dia, yang ternyata sayang itu tumbuh dengan terlalu cepat jauh dari perkiraanku, hingga aku memutuskan bahwa ‘ he’s the right guy’ sungguh sekali lagi maafkan aku untuk hal itu.

Sekali lagi maafkan aku untuk semuanya, untuk segala sikap > 2 tahun lebih yang cukup menyebalkan kamu. maaf pada akhirnya aku memang belum bisa jadi yang terbaik.

Ini bukan masalah waktu, namun prioritas kita yang berbeda. Pada akhirnya aku memilih.

ini bukan masalah gagal, tapi usaha kita yang berbeda. Pada akhirnya aku memilih.

ini juga bukan masalah maaf seperti yang kamu ucapkan bahwa kamu gagal mempertahankanku, disebabkan kamu kurang peka, namun ini karena kepedulian kita yang berbeda.

Dan juga untuk tentang masa depan..

Seperti yang sudah sering aku tanyakan kepadamu setiap kita berjumpa. dan lagi-lagi juga, aku tidak bisa menunggu lagi, untuk lebih lama. sekali lagi maaf pada akhirnya aku memutuskan umur berapa aku harus ke jenjang yang lebih, dan bahwa hidup itu bukan lagi dari sekedar main – main. maaf, aku tidak bisa melanjutkan tugasku lagi🙂.

Tapi setidaknya, sekarang aku bahagia bahwa aku sudah mengantarkanmu, hingga kamu lulus dan mendapatkan gelar itu, gelar yang dulunya adalah salah satu impian-mu.

Kamu harus bahagia, ya harus bahagia. karena aku juga akan bahagia dengan pilihanku🙂.

Cari, Temui, dan Pilihlah orang yang nantinya jauh lebih baik dari masa lalu-mu🙂.

Maaf ya dan Terima kasih.

Take Care,

Your Past

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: