Tentang ‘Luka’

Monday, June 30th, 2014

Hidup itu memang pilihan.
Seperti saya yang telah memilih membiarkan kamu masuk dan meninggalkan bekas luka.
Luka yang terlalu dalam,
Luka yang tidak bisa hilang,
Luka yang tidak dapat berakhir,
Luka yang tidak mengenal waktu,
Luka yang tidak tahu dan tidak pernah mendengar kata ‘Berhenti’,
Luka yang hanya tahu bahwa ia ada hanya untuk melukai,
Luka yang tidak dapat disembuhkan,
Luka yang tidak mau disembuhkan,
Luka yang menganggap dirinya abadi dan ia memang abadi,
Luka yang selalu bertemu dengan luka yang lain,
Luka yang berkoloni,
Luka yang beranak pinak, yang dimana melahirkan luka yang baru,
Luka yang menunggu inangnya menyerah, bertekuk lutut dan mengakui kejayaan mereka,
Luka yang berambisi menjadi Raja, Raja di dalam hati yang rusak.
Karena si pemilik hati terlalu naif dan berharap, karena ia tidak belajar dari kekecewaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: