Ini cerita kita, ini cinta kita

Wednesday, December 26th, 2012

Ini cerita kita, ini cinta kita.

mereka tahu apa ?🙂

ini adalah cerita yang berawal dari saat SMA.

kamu dan aku adalah sepasang siswa dan siswi di salah satu SMA swasta di kota tempat tinggal kita. berawal dari ospek, aku sudah melihatmu sebelumnya, saat upacara. bagaimana tidak aku dapat melihatmu dengan jelas? kamu yang paling tinggi di barisan kelas X.9, hihi :3, tentu sangat jelas bagiku melihatmu🙂.

awalnya ketika melihatmu, hatiku biasa, tak ada getaran, dan cinta belum menghampiri kita. hingga pada akhirnya, ada seseorang yang datang, menawarkan diri untuk menjadi kekasihku saat itu, ia menghampiri -ku tepat disaat itu setelah aku patah hati, kisah yang di duakan benar-benar membuatku sakit. dia datang, menawarkan kebahagiaan. hingga akhirnya aku bersama dia.

ketika itu di kelas, setelah ospek, aku penasaran pada mu, aku tawarkan hubungan pertemanan padamu. ku lihat kamu orang baik, dan juga pintar. bagaimana tidak? saat itu kamu juara kelas berturut-turut X). hingga pada akhirnya kamu menerima tawaran itu. kita mejadi teman kala itu, aku yang iseng sering menggoda kamu, seperti ini yang selalu aku ingat..

me : ini apa sal?

kamu : pena

me: ih, ini pulpen tau

kamu: pena, ini tuh pena

me: engga, pulpen tau

dan begitu seterusnya, hingga kita tertawa bersama😀, dan berbagai macam percakapan yang akhirnya membuat kita saling tertawa bersama. oh iya aku ingat, dimana saat itu kamu membawa Snack dari Bangladesh, saat ayahmu baru pulang dari negeri tempat kelahirannya. kamu tawarkan snack itu ke seluruh seisi penjuru kelas, dan cuma aku satu-satunya yang memakannya. semua tidak suka, suma berkata “Kok kayak makanan burung sal?” , tapi cuma aku yang berkata, “sal, enak deh, mau lagi… kapan-kapan lagi ya :D” . kamu hanya menanggapi senyum kala itu🙂.

pagi itu, hari itu, saat itu.. aku terlalu shock ketika aku mendengar kamu sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita, teman sekelas kita. ini bukan soal kamu menjalin hubungan, tapi soal dimana kamu menjalin hubungan dengan siapa kala itu. ya, kamu menjalin hubungan dengan seorang wanita yang dimana saat itu, aku sehabis menjalin konflik kecil dengannya, dan baru saja berbaikan. aku yang terlalu shock, kemudian bertanya kepada kamu, apa itu benar? dan kamu di kala itu yang sudah aku anggap sebagai “teman dekat”, berkata “ya” dengan wajahmu yang datar. wanita itu bahagia sekali sungguh bahagia ketika ia menjalin hubungan denganmu. kemudian terjadilah kisah kasih di sekolah di dalam kelas. aku yang saat itu berstatus “teman dekat’-mu pun harus menjaga jarak, bercanda, tertawa yang lepas tidak sama lagi rasanya. kamu menjalin harimu tanpa harus mendengarkan ceritaku, dan aku yang menjalin hari-hariku yang harus sibuk dengan dia dan seorang pria lain yang berusaha mengetuk pintu hatiku, yang meminta bahwa hati bisa diisi oleh dua orang.

oh ya aku baru ingat, aku pernah cacar beberapa lama, namun saat itu hubungan kita sudah jauh, ketika anak-anak kelas menjengukku, yang terdiri dari 5 orang, kamu tidak termasuk di dalamnya. dan ketika saat aku masuk kelas, aku di goda oleh seorang teman kita yang nakal dan iseng, kala itu kamu melihatku sambil tersenyum melihatku yang sedang sibuk menutupi mukaku dengan saputangan. aku begitu malu dengan cacar yang masih bertengger di mukaku, aku takut. aku takut di goda lagi. namun kamu hanya tersenyum.

kemudian tibalah di suatu hari yang bernama hari pembagian raport dan penjurusan. kamu yang kala itu juara kelas berturut-turut tentunya masuk IPA, aku? aku pun juga sama, aku masuk IPA kala itu, aku lebih memilih IPS, karena aku tidak mau bertemu Kimia, dan bercita-cita ingin meenjadi seorang Akuntan. tiba di penghujung akhir kelas X.9, aku dan kamu terpisah, aku dan kamu semakin jauh.

***Kelas 11***

ya, kelas 11. kita semakin jauh, tapi kita tidak berhenti komunikasi melalui berkirim pesan singkat. kamu yang selalu baik kepadaku, selalu membantuku dalam soal Matematika setiap saat menjelang ujian. ah iya aku ingat betul, bagaimana kamu membantuku, dan km membantu selalu tanpa mengeluh. terima kasih🙂 a’a ical.. begitulah aku memanggilmu, aku menganggapmu sebagai abang kala itu, kerena perawakanmu yang dewasa.

saat itu tiba, holiday trip ke bali tiba pada waktunya..kamu pergi, dan aku tidak. ketika pulang dari trip itu, kita saling berkirim pesan. kamu yang kala itu bertanya bagaiamana hubunganku dengannya? aku menjawab “masih”, dan aku yang bertanya, bagaimana denganmu, kamu pun menjawab, “selesai”. aku bertanya, dan kamu bercerita. dan akhirnya terjadilah percakapan yang panjang antara kita setelah sekian lama.

***dan kelas 12, saat kenaikan kelas***

kita memang sudah jauh, tapi tetap berkomunikasi. aku yang selalu bercerita sama kamu tentang hubunganku dengannya. selalu dan sama seperti itu seterusnya. kemudian tibalah pengumuman pembagian hasil semester awal. pengumuman di hari upacara siapa yang berhak dapat beasiswa juara umum. dan aku mendapatkannya, juara satu, beasiswa yang pertama, aku berdiri tegak menerima penghargaan, dan melihatmu, yang tersenyum kepadaku. entah mengapa kala itu aku lebih memilih melihatmu yang sebagai sahabatku ketimbang dia yang saat itu masih menjalin hubungan denganku.

semester 2, hubunganku dengan dia, mulai goyah. semakin hancur, pria yang menemaniku selama aku di SMA, hancur dan koyak. dan menjelang UAN, aku pun memutuskan hubungan. hubunganku kandas, menyusul kamu. aku kemudian bercerita padamu, dan kamu menenangkan ku kala itu, dengan cara sebagai sahabat.

oh ya, aku ingat saat anak-anak mulai sibuk akan kuliah dimana, dan isu soal PTN, dan sebagainya. aku yang bertanya padamu saat itu,

me: “kuliah jadi dimana sal?”

kamu: “trisakti ta, lo?”

me: “sama sal, lo jurusan apa?”

kamu : “sipil ta, lo?”

me: “akuntansi sal, yeyeye akhirnya gue ada temen disana ;D”

dan kamu yang tersenyum kala itu melihat tingkahku :):).

aku yang terjatuh kala itu, tanpa memberitahumu, tanpa menganggumu. begitu sibuk mencari pelarian bahasa kasarnya. beberapa orang datang menawarkan kepadaku, bodohnya kala itu aku main asal terima tanpa memilih. semua datang kemudian pergi, ada yang aku putuskan, ada yang entah menggantung bagaimana hilang.

kemudian tibalah saat kuliah.. aku dan kamu satu kampus, berbeda fakultas, namun sayang jarang bertemu😦, kita semakin jauh, dan semakin tidak berkomunikasi.

kala itu, aku sudah bersama dengan seorang lelaki, teman semasa kecil yang bertemu dewasa, yang pada akhirnya membuatku trauma. ya trauma.. yang menggoreskan luka terlalu dalam, yang membuatku akhirnya harus belajar memilah memilih agar tidak salah orang lagi, yang membuat hatiku pernah jatuh dan pecah namun tetap utuh di tempatnya, yang pernah membuatku berjalan mundur, yang pernah membuat hatiku menjadi keras, yang membuatku ketakutan, yang membuatku harus kehilangan kebahagiaan.

dan kamu tahu tentang dia..

kemudian tibalah suatu kejadian antara kamu dan bertemu lagi setelah sekian lamanya. percakapan yang kita mulai dari awal, yang pernah sempat terhenti beberapa tahun. kantin desain menjadi saksi bisu antara kita, saling mengobrol, tertawa, mencurahkan berbagai masalah. ah tenang sekali kala itu, saat aku sudah mulai mengobrol denganmu.. saat itu kamu melihatku sambil tersenyum dengan tatapan yang teduh, yang tenang, yang membuatku ingin mendekapmu. entah apa yang ada di fikiranmu kala itu saat melihatku. namun aku suka caramu melihatku, aku suka cara senyummu kepadaku.

dan hari itu tiba.. yang terlalu panjang aku ceritakan disini, dan kamu tahu itu apa yang aku maksud “hari itu tiba” . aku begitu bahagia, aku sangat bahagia..hari pertama itu, dan tiba hari kedua, aku jauh lebih bahagia..kamu menyentuh hatiku. kamu menyentuh lukaku dengan begitu lembut, hingga aku lupa bahwa aku pernah terluka hebat. indah caramu menyentuh, sangat indah. terima kasih🙂, aku merasa hidup kala itu..terbangun dari segala mimpi buruk yang ada. terima kasih banyak kamu🙂.

hubunganku kandas dengan lelaki itu. dna kamu tahu, kamu yang saat itu sedang mengerjakan tugas besar, sangat tidak tenang, melihatku kacau kala itu. ya, kamu menenangkanku. terimakasih sekali lagi🙂.

di sepanjang perjalanan, hubungan kita sempat jauh. aku yang masih beridiri disini, melihat kamu denga terdiam. beberapa orang menawarkan hatinya kepadaku, menawarkan diri untuk masuk ke dalam hidupku, untuk menyentuh hatiku. sudah aku bilang sbelumnya. karena dia, aku belajar untuk memilah memilih pasangan. agar aku tidak sakit sedemikian hebatnya. ah disini, aku harus berterima kasih banyak sama dia, karena kalau bukan karena dia, kita tidak akan mungkin sampai seperti sekarang. terima kasih Mr. A🙂

ya, kamu, tiba pada hari ketiga seperti yang sudah aku ceritakan di blog ini, yang berjudul “Kepada kamu (saat kencan)”

hariku semakin indah karenamu, namun semakin terpuruk. sisa-sisa ketakutan itu masih melekat. kamu dengan sabar, membimbingku, membopongku, untuk berjalan lebih hati-hati agar tidak jatuh untuk kedua kalinya. ya kamu, dan kegiatan itu masih juga kamu lakukan sampai saat ini🙂.

ah begitu panjang jika kutuliskan di blog ini, bagaimana kisah ini. bagaimana jatuhnya aku, bahkan jikalau aku bisa menuliskannya, mungkin aku sudah membuat buku sepertinya. hihihi X).

yah intinya kamu datang, menawarkan kebahagiaan yang kamu usahakan selama 9 bulan, begitupun juga aku yang menyembuhkan lukamu trauma mu akibat wanita itu. kita berdua saling menyembuhkan satu sama lain. hingga akhirnya kita menjadi seperti saat ini, bersama, menjalin kasih. dan kamu pun tidak berhenti untuk membopongku dengan hati-hati yah dengan hati-hati :”).

ini bukan karena aku masih sayang atau memiliki perasaan dengan dia.

ini karena, aku terlalu takut untuk disakiti lagi, aku terlalu takut untuk digoreskan lagi. dan kamu sabar menghadapi itu.

kamu yang selalu menerima kekuranganku tanpa sekalipun pernah menuntutku, dari awal hingga 7 bulan ini, sedikitpun kamu tidak pernah menuntut. aku percaya kamu. kamu yang menerima sisi gelapku. kamu yang menerima, dan hanya tersenyum, ketika aku bercerita sisi kelamku, hingga yang paling gelap sedikitpun. tidak ada kebohongan, tidak ada yang aku tutupi darimu. yah kamu, ya kamu.. dan seburuk itu pun, kamu masih bisa terenyum kepadaku, dan berkata “I Love you” , dan masih sempat-sempatnya kamu berkata seperti ini padaku, 

 ” aku selalu berdoa loh setiap habis sholat, kalo kamu itu jodohku, kalo kamu itu jadi ibu dari anak-anakku, kalo kita tidak akan terpisahkan, karena itu aku berusaha sekuat mungkin, untuk mempertahankan hubungan ini”

aku begitu shock, kamu yang sudah tahu aku, sisi gelapku berkata dengan demikian, sekali lagi kamu menyentuh dengan lembut hatiku ini. aku yang terdiam, dan berkata di dalam hati mengatakan “amin ya Allah”

kamu mengajarkan aku untuk berjalan maju tanpa perlu harus melihat lukaku lagi. mengajarkan aku untuk berfikir dewasa, dan menetapkan pilihan hati. mengajarkan aku, bahwa aku sudah dewasa, sudah tua, sudah waktunya aku memikirkan hal ini juga, memasukkan ini ke dalam daftar impianku, ya kamu..

sebelumnya aku meminta maaf..

bahwa kamu harus bertemu dengan ku dalam keadaan hatiku yang koyak

bahwa kamu harus bertemu dengan ku yang memiliki sisi gelap

bahwa kamu harus membopongku berjalan pelan-pelan dengan sabar

bahwa kamu harus selalu menenangkan aku, ketika kegelapan itu datang

bahwa kamu harus menerima ku dengan segala kekurangan ini.

maaf.. dan maaf

hanya itu yang bisa aku ucapkan kepadamu.. kepadamu cahaya hatiku..

dari kejadian ini semua, aku pun mengerti…

lahome_large

seberapa jauh pun aku pergi. seberapa banyak pintu yang aku masuki. hatiku akhirnya tetap memilih kamu, memilih kamu tidak hanya untuk di masa sekarang, tapi juga di masa depan 

-aku, mantan sahabatmu yang kini mencintaimu yang kamu cintai-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: