“PELUK” by: Dewi Lestari

Tuesday, August 14th, 2012

“Aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu.”  #Peluk

“Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi.” #Peluk

“Kendati kusayang kamu lebih dari siapa pun yang kutahu. Kendati bersamamu senyaman berselimut saat hujan. Aku aman.”  #Peluk

“Namun aku mengerontang kekeringan. Dan kini kutersadar, aku butuh hujan itu. Lebih dari apa pun.”  #Peluk

“Kamu bukan tisu sekali pakai. Kita tidak mungkin membuang apa pun jika percaya hati bukan diperuntukkan untuk menyimpan.” #Peluk

“Otakku merekam dan menyimpan kamu, kita, dan enam tahun ini. Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya.” #Peluk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: