Tuesday, August 14th, 2012

Ada orang yang tak tahu kalau dia itu sebenarnya terluka, padahal sekian bisik hingga teriakan sekitar sudah lalu lalang di telinga. Bebal dia tidak percaya apapun yang merambat lewat suara. Yang di dengarkan cuma detak jantung sendiri. “Selama masih berdenyut, apa itu Luka?”, ungkapnya.

Berjalan terus, terus, terus, dan terus. “Mana Luka? Tak ada.. aku baik-baik saja”. Hingga ia bertemu cermin, sebesar tubuhnya.

Lalu di dapati pantul bayangan diri, dia mengenalkannya pada Luka yang dia anggap tidak ada. Mengingatkan kalau sakit, itu juga sebuah rasa.

Kenali sakitmu, lalu kau bisa menyembuhkannya. Kalau pura-pura lupa, perlahan-lahan mati semua rasa.

 

-Rahne Putri-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: